template


Jumat, 22 November 2013

TUGAS 3 SOFTSKILL ISD = BAB VII,VIII,IX


BAB VII

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT

PEDESAAN

1. Masyarakat Perkotaan
a. Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dalam batas-batas tertentu.
b. Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga dengan urban comunity. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
c. Ciri-ciri Masyarakat Perkotaan
Ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan yaitu :
  • Kehidupan keagamaanya berkurang dibandingan masyarakat di desa.
  • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
  • Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada kepentingan pribadi.
2. Masyarakat Pedesaan
a. Pengertian Desa/Pedesaan
Yang dimaksud masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama (heterogen) di suatu wilayah atau daerah tertentu dengan mata pencarian dari sektor pertanian (agraris).
b. Ciri-ciri Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan memiliki berbagai ciri, diantaranya adalah :
  • Di dalam masyarakat pedesaan antara warganya mempunyai hubungan yang erat dan mendalam.
  • Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar sistem kekeluargaan.
  • Masyarakat pedesaan bersifat homogen baik dalam agama, mata pencarian, adat dan sebagainya.
3. Perbedaan Masyarakar Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
  Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antar desa dan kota.
Ciri tersebut antara lain :
a) Jumlah dan kepadatan penduduk;
b) Lingkungan hidup;
c) Mata pencaharian;
d) Corak kehidupan sosial;
e) Pola interaksi sosial;
f) Solidaritas sosial.
Meski tidak ada ukuran pasti, kota emiliki penduduk yang lebih banyak dibanding penduduk desa. Lingkungan hidup pun berbeda, di desa lingkungan hidupnya terasa lebih dekat dengan alam bebas dari pada di kota yang penuh dengan polusi dan kemacetan. Perbedaaan yang paling menonjol adalah pada mata pencaharian. Kehidupan utama pedesaan berada pada ekonomi primer yaitu agraris, sedangkan di kota mengolah bahan-bahan mentah dari desa untuk dirubah menjadi barng setengah jadi atau barang jadi.Meskipun banyak perbedaan, masyarakat pedesaan dan perkotaan mempunyai hubungan yang erat. Dalam hal yang wajar, keduanya terdapat hubungan yang erat dan bahkan bersifat ketergantungan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan, sedangkan desa merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jennis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya, buruh bangunan dalam proyek perumahan, jalan dan masih banyak lainnya.
4. Urbanisasi
a. Arti Urbanisasi
Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota.
b. Sebab-sebab Urbanisasi
Pada dasarnya ada tiga hal utama yang menyebabkan timbulnya urbanisasi, yaitu :
  • Adanya pertambahan penduduk secara alamiah
  • Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota
  • Tertariknya pemukiman pedesaan ke dalam lingkup kota (berkaitan dengan tersedianya kesempatan bekerja)
c. Akibat Urbanisasi
Salah satu bentuk yang paling nyata dari hubungan antar desa dan kota adalah proses urbanisasi. Akibat dari urbanisasi antara lain adalah :
  • Terbentuknya suburb, tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota.
  • Makin meningkatnya tuna-karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap).
  • Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan.
  • Lingkungan hidup yang tidak sehat.
  Urbanisasi juga mempunyai pengaruh terhadap masyarakat pedesaan,
antara lain :
  • Mempercepat peleburan pergaulan hidup yang beku dan tradisional di pedesaan.
  • Terlantarnya pedesaan karena ditinggalkan oleh penduduk yang produktif.
  • Tidak adanya kesesuaian norma sosial antara desa dan kota yang mengakibatkan kemunduran akhlak seperti mabuk-mabukan, pelacuran, penipuan dan lain sebagainya.
  Usaha-usaha pencegahan Urbanisasi antara lain :
  • Perbaikan perekonomian pedesaan, peningkatan atau usaha efesien pertanian, penggalian sumber-sumber baru dalam rangka memperluas lapangan kerja seperti ketrampilan, kerajinan, pariwisata, usaha wiraswasta dan sebagainya.
  • Perbaikan mutu penduduk pedesaan dengan meningkatkan mutu dan jumlah lembaga-lembaga sosial, pendidikan, kesenian dan sebagainya.
  • Politik kebudayaan lebih berisi pendidikan mengutamakan pendidikan pribadi yang berakhlak tinggi dan bertanggung jawab.
BAB VIII

PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI

MASYARAKAT
1. Perbedaan Kepentingan
  Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena ada dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Pada umumnya secara psikologis dikenal ada dua jenis kepentingan dalam diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis. Oleh karena idividu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang individu yang sama persis di dalam aspek-aspek pribadinya. Perbedaan itu secara garis besar disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor pembawaan dan lingkungan sosial.
  Perbedaan-perbedaan kepentinngan itu antara lain :
a) Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
b) Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
c) Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
d) Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
e) Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
f) Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya.
g) Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman.
h) Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
2. Prasangka, Diskriminasi dan Ethnosentrisme
a. Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dan diskriminasi adalah dua hal yang ada relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuhan, perkembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya sejak dari kecil. Melalui proses belajar dan semakin besarnya manusia, membuat sikap cenderung untuk membeda-bedakan.
b. Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dibedakan dengan diskriminasi. Prasangka bersumber dari suatu sikap, sedangkan diskriminasi menunjuk pada suatu tindakan. Prasangka dan diskriminasi tidak muncul dari segolongan orang-orang kampungan berpendidikan rendah, tetapi juga dikalangan orang-orang intelek seperti para pemimpin dan negarawan berkaliber nasional dan internasional.
c. Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi
  Sebab-sebab timbulnya prasangka antara lain :
  • Berlatar belakang sejarah.
  • Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan sotuasional.
  • Bersumber dari faktor keberanian.
  • Berlatar belakanng dari perbedaan keyakinan dan kepercayaan agama.
d. Usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi
  Daya upaya yang dilakukan ntuk mengurangu prasangka yaitu dengan :
  • Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
  • Perluasan kesempatan belajar.
  • Adanya sikap terbuka dan sikap lapang.
e. Ethnosentrisme
Setiap suku bangsa atau ras tertentu memiliki ciri khas kebudayaan, yang sekaligus menjadi kebanggaan mereka. Suku bangsa dan ras tersebut dalam kehidupan sehari-sehari bertingkah laku sejalan dengan norma-norma dan nilai yang terkandung serta tersirat dalam kebudayaan tersebut.Ethnosentrisme nampaknya merupakan gejala sosial yang universal dan sikap yang demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar. Dengan demikian ethnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaan sendiri.
3. Pertentangan-pertentangan Sosial atau Ketegangan dalam Masyarakat
  Konflik (pertentangan) mengandunng suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikan sebagai pertentangan yang kasar dan perang. Dasar konflik pun berbeda-beda. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik, yaitu:
  • a. Terdapatnya dua atau lebih unit/bagian yang terlibat di dalam konflik.
  • b. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, nilai, sikap maupun gagasan.
  • c. Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunbyai perbedaanperbedaan tersebut.
Pertentangn sosial dapat terjadi di masyarakat sebagai adanya interaksi sosial. Masalah itu lebih menonjol lagi di masyarakat yang bersifat majemuk seperti di Indonesia. Setiap orang atau kelompok dalam menghadapi masalah sosial selalu melihat dari sistem nilai yang berlaku pada kelompoknya. Kesadaran akan pengertian adanya perbedaan kebudayaan sistem nilai, perbedaan sistem agama yang ada di Indonesia adalah sangat penting bagi bangsa Indonesia. Pada dasarnya problema yang dihadapi oleh negara Indonesia meliputi :
1) Problema Pemerintah
2) Problema Ideologi Bangsa
3) Problema Kedaerahan atau Minoritas
  Adapun cara pemcahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
a. Elimintion yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik.
b. Subjugation atau Domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mentaatinya.
c. Integration (integrasi) artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.
4. Golongan-golongan yang Berbeda dan Integrasi Sosial
a. Masyarakat majemuk dan nasion Indonesia
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk, yaitu suatu masyarakat negara yang terdiri dari beberapa suku bangsa atau golongan sosial yang dipersatukan oleh kekuatan Nasional, yaitu terwujudnya Negara Indonesia.
b. Integrasi
Penduduk Indonesia yang menempati wilayah yang luas ini bukan hanya terlihat oleh satu sistem kebudayaan, tetapi banyak sistem kebudayaan.
c. Integrasi Sosial
Integrasi sosial atau bisa juga disebut integrasi masyarakat ini bermakna terwujudnya solidaritas sosial, rasa kebersamaan antar hubungan masyarakat secara harmonis dalam kerjasama kelompok yang mempunyai sifat, sikap dan watak yang berbeda.
5. Integrasi Nasional
  Integrasi nasional bermakna solidaritas sosial dan kerjasama antar kelompok sosial yang harmonis tersebut, diarahkan demi keharmonisan dan persatuan kesatuan nasional. Integrasi nasional ini merupakan masalah yang dialami oleh semua negara yang ada di dunia, yang berbeda hanyalah bentuk permasalahan yang dihadapinya. Secara umum terdapat tiga masalah besar yang harus dikaji secara serius untuk mencapai perwujudan integrasi sosial nasional, yaitu :
1. Pembauran bangsa;
2. Kerukunan antar umat beragama dan aliran kepercayaan;
3. Perubahan nilai-nilai.
BAB IX
ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN
KEMISKINAN
A. Sistem Ekonomi
1. Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah suatu kumpulan elemen-elemen dimana antara elemen-elemen tersebut terdapat adanya hubungan dan ditunjukan ke arah pencapaian sasaran bersama atau tujuan yang diinginkan bersama.
2. Macam-macam Sistem Ekonomi
a. Sistem Ekonomi Kapitalisme
Sistem ini mempunyai konsep yang jelas tentang hakikat manusia. Pada sistem ekonommi kapitalisme asumsi dasarnya adalah manusia mengejar kepentingan pribadinya.
b. Sistem Ekonomi Sosialisme
Dalam sistem ini juga mempunyai konsep yang jelas tentang hakikat manusia. Berdasarkan pandangan kaum sosialis hakikat manusia adalah hakikat manusia umum. Yaitu manusia sosial yang hidup secara harmonis dengan alam dan manusia lainnya.
3. Sistem Ekonomi Indonesia
Berbicara tentang sistem ekonomi Indonesia, maka arah pembicaraan kita kepada Undang-undang Dasar 1945, khususnya yang mengatur kegiatan ekonomi. Dalam UUD 1945 pasal yang berhubungan tentang kegiatan ekonomi adalah pasal 33 UUD’45, merupakan pasal utama betumpunya sistem ekonomi Indonesia, dengan kelengkapan pada pasal 23, pasal 27 ayat 2 dan pasal 34.
a. Produksi
1. Pengertian Produksi
Kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan barang dan jasa. Kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa itu dinamakan produksi. Pada hakekatnya produksi adalah kegiatan menciptakan kegunaan.
2. Pembagian Bidang Produksi
Produksi dapat digolongkan ke dalam 5 bidang, yaitu :
1. Ektratif
Yaitu memungut langsung dari alam, seperti perikanan laut, pertambangan.
2. Agraris
Mengolah tanah untuk memelihara tumbuh-tumbuhan dan hewan (pertanian dan peternakan)
3. Industri
Kegiatan industri antara lain kerajinan, perakitan dan perbaikan. Dimana industri ini mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
4. Perdagangan
Perdagangan ialah semua kegiatan jual beli. Adakalanya perdagangan hanya menjual barang hasil produksi sendiri, misalnya Pertamina menjual minyak hasil produknya sendiri ke agen-agen.
5. Jasa
Produksi jasa adalah kegiatan penyediaan sarana jasa, seperti transport, asuransi, perhotelan, perbankan dan sebagainya.
3. Faktor-faktor Produksi
Suatu kegiatan untuk menghasilkan suatu barang diperlukan faktor-faktor produksi. Faktor-faktor itu antara lain :
  • Faktor alam.
  • Faktor tenaga kerja.
  • Faktor modal.
  • Faktor keahlian.
b. Distribusi
  Yang dimaksud dengan distribusi adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menyakurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Jumlah barang dan jasa yanng diterima konsumen sangat tergantung pada
kebijaksanaan produsen. Sedangkan pendistribusian jumlah barang dan jasanya sangat tergantung pada konsumen itu sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh daya beli dan kebutuhan konsumen.
c. Konsomsi
  Kemampuan barang untuk memenuhi kebutuhan disebut kegunaan. Setiap kali digunakan berkurang pula kegunaannya, hingga akhirnya habis terpakai. Tindakan mengurangi atau menghabiskan kegunaan barang itu disebut konsumsi.
Setiap tindakan konsumsi harus dilakukan atas dasar prinsip ekonomi dan prioritas kebutuhan. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan itu tidak terbatas, sedangkan pendapatan/penerimaan sangat terbatas.
B. Kemakmuran dan Kemiskinan

1. Kemakmuran
  Adanya lapisan-lapisan sosial atau kedudukan yang berbeda-beda tingkatannya dalam masyarakat, maka diakui pula adanya anggapan umum bahwa ukuran kemakmuran bagi tiap-tiap golongan atau lapisan di dalam masyarakat adalah berbeda. Sebenarnya pandangan yang dianut orang terhadap pengertian kemakmuran tidak selalu sama. Bagi orang-orang yang berpikir rasional dan eksak, kemakmuran seseorang
diukur dengan jumlah serta nilai bahan dan barang-barang yang dimiliki atau dikuasai untuk memelihara dan menikmati hidupnya. Makin jumlahnya dan makin tinggi nilainya maka makin tinggi taraf kemakmuran hidupnya. Pandangan pun berbeda di daerah pedesaan, kemakmuran bagi mereka adalah suatu kebahagiaan. Kebahagiaan itu sendiri adalah suatu keadaan dimana keinginan seseorang seimbang dengan keadaan material atau sosial yang dimilikinya.
2. Kemiskinan
  Salah satu masalah yang dihadapi manusia ialah kemiskinan. Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, kemiskinan adalah sesuatu yang nyata adanya, bagi bagi mereka yang tergolong miskin, mereka sendiri
merasakan dan menjalani kehidupan dalam kemiskinan tersebut. Selanjutnya, kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Suparlan (1981) menyatakan
kemiskinan adalah sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah.
C. Ilmu Pengetahuan
  Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang tersusun dengan sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan mana selalu dapat diperiksa dan ditelaah dengan kritis oleh setiap orang lain yang ingin mengetahuinya.
D. Teknologi dan Kemiskinan
1. Pengertian Teknologi
  Teknologi adalah ilmu pengetahuan yang diterapkan ke dalam seni industri serta oleh karenanya mencakup alat-alat yang memungkinkan terlaksananya efesiensi tenaga kerja menurut keragaman kemampuan. Macam-macam Teknologi,Ada tiga macam teknologi yang sering dikemukakan para ahli, yaitu:
  • Teknologi modern
  • Teknologi madya
  • Teknologi tradisional
2. Pengertian Kemiskinan
  Kemiskinan pada dasarnya merupakan salah satu bentuk problem yang muncul dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat di negara-negara yang sedang berkembang. Faktor-faktor Timbulnya Kemiskinan, Ada beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan, yaitu :
a. Pendidikan yang terlampau rendah.
b. Malas bekerja.
c. Keterbatasan sumber alam
d. Terbatasnya lapangan kerja
e. Keterbatasan modal
f. Beban keluarga
3. Teknologi dan Kemiskinan
  Salah satu unsur terpenting dalam pertumbuhan ekonomi adalah kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi mangakibatkan perubahan dalam struktur produksi maupun dalam komposisi tenaga kerja yang digunakan. Bagi yang memiliki ketrampilan teknis tinggi dengan majunya teknologi akan selalu terbuka kesempatan kerja. Tetapi bagi mereka yang tidak memilikinya akan tergeser atau kehilangan pekerjaan. Di Indonesia dari hasil pembangunan menunjukkan bahwa golongan miskin kurang terjamin oleh hasil-hasil pertumbuhan ekonomi. Padahal pemerintah telah mengambil kebijaksanaan penyebaran proyek-proyek ke daerah, ke desa-desa.
 
 Pendapat saya mengenai ilmu sosial dasar adalah ilmu sosial dasar itu sangat penting bagi setiap manusia,karena di dalam ilmu sosial dasar mempelajari tentang sosial-sosial dan budaya (sejarah) negara Indonesia tercinta ini,maupun setiap diri dari diri manusia,jadi menurut saya ilmu sosial dasar sangatlah penting bagi manusia agar memahami ilmu sosial dan pandangan luas dengan pekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.oleh karena itu sangat bermanfaat bagi bersosial dan moral dari setiap manusia :) .ya ini kan sebagaimana pendapat tentang saya,pendapat setiap manusia itu berbeda-beda jadi apabila ada salah kata tolonglah di maafkan dan dimaklumi karena tiada manusia yang sempurna ;)

Nama : Muhammad David Siregar
Kelas : 1KA07
NPM : 15113862
Referensi :http://paulus060290.files.wordpress.com

Jumat, 01 November 2013

TUGAS 2 SOFTSKILL ISD = BAB III,IV,V,VI

BAB 3
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
1. Pertumbuhan Individu
a. Pengertian Individu
     “Individu” berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tak terbagi”. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peraanan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spedifik dirinya yang memiliki 3 aspek yang melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek sosial-kebersamaan.
b. Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.
  • Proses Asosiasi, yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiri luar melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexions.
  • Proses Diferensiasi, yaitu keseluruhan, sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubungan fungsional dangan hubungan-hubungan yang lain.
Pertumbuhan adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu yang semula mengenal sesuatu secara keseluuruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Konsepsi aliran Sosiologi, yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan

a) Pendirian Nativistik
Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
b) Pendirian Emperistik dan Environmentalistik
Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik. Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
c) Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Pendirian ini menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
d) Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi
Masa kematangan individu memiliki beberapa fase :
  • ·         Masa Vital, pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan beberapa hal dalam dunianya. Masanya yaitu dari 0,0 – 2,0 tahun.
  • ·         Masa Estetik, sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Masanya yaitu 2,0 - kira-kira 7,0 tahun.
  • ·         Masa Intelektual (masa keserasian bersekolah), masa ini di akhiri dengan suatu masa pueral. Masanya yaitu 7,0 – 14,0 tahun.
  • ·         Masa Remaja, merupakan masa yang banyak menarik perhatian masyarakat karena mempunyai sifat-sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam bermasyarakat. Masanya yaitu 14,0 – 21,0 tahun. Masa ini terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :

  1. -   .Masa Pro Remaja, masa ini hanya untuk menunjukkan 1 masa yang mengikuti masa pueral yang berlangsung secara singkat, masa ini ditandai oleh sifat-sifat negatif.
  2. -   .Masa Remaja, dalam masa ini untuk pertama kalinya remaja sadar akan kesepian yang tidak pernah di alaminya pada masa-masa sebelumnya.
  3. -   .Masa Usia Mahasiswa, pada masa ini mahasiswa termasuk kelompok khusus dalam suatu masyarakat maka mereka harus mempersiapkan diri untuk menerima tugas-tugas pimpinan di masa mendatang.

2. Fungsi-fungsi Keluarga
        Keluarga adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Tidak dapat dipungkiri, bahwa keluarga mempunyai fungsi yang tidak hanya terbatas selaku penerus keturunan saja.
a. Pengertian Fungsi Keluarga
        Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang
harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
b. Macam-macam Fungsi Keluarga
  • Fungsi Biologis
  • Fungsi Pemeliharaan
  • Fungsi Ekonomi
  • Fungsi Keagamaan
  • Fungsi Sosial
Dalam buku ISD karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara bahwa fungsi –fungsi keluarga adalah :
Pembentukan kepribadian
        Alat reproduksi kepribadian-kepribadian yang berakar dari etika,estetika, moral keagamaan, dan kebudayaan.Merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat sebagai lembaga perkumpulan perekonomian dan sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan
 3. Individu, Keluarga dan Masyarakat
1) Pengertian Individu
      “Individu” berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tak terbagi”.Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
2) Pengertian Keluarga
  • Menurut Sigmund Freud, keluarga terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita.
  • Menurut Durkheim, keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik, ekonomi dan lingkungan.
  • Menurut Ki Hajar Dewantara, keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
3) Pengertian Masyarakat
  • Menurut Drs. JBAF Mayor, masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva- kolektiva serta kelompok dari tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau sub kelompok.
  • Menurut Prof. M.M Djojodiguno, masyarakat adalah suatu kebulatan dari pada segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dangan manusia.
  • Menurut Hasan Sadily, masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama.
       Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.Pembagian Masyarakat :
  1. Masyarakat Sederhana
  2. Masyarakat Maju
  3. Masyarakat Non Industri
  4. Kelompok Primer
  5. Kelompok Sekunder
  6. MasyarakatIndustri
4. Hubungan Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat

a. Makna Individu
    Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antar kesatuan jiwa dan raganya. Para psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan satu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai kasatuan.
b. Makna Keluarga
    Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satauan masyarakat manusia.
c. Makna Masyarakat
  • R. Linton, masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
  • M.J Herskovist, masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
  • J.L Gillin dan J.P Gillin, masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.
  • S.R Steinmetz, masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.
  • Hasan Shdily, masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.
  • Linton, masyarakat itu timbul dari setiap kumpulan individu, yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama dalam waktu lama.
BAB 4
PEMUDA DAN SOSIALISASI
1. Internalisasi Belajar dan Spesialisasi
    Internalisasi adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institutisionalisasi saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat.
a. Masalah-masalah Kepemudaan
    Problema yang dialami pemuda disebabkan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyesuaian dirinya dengan situasi yang baru timbullah harapan setiap pemuda akan mempunyai masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya.
b. Hakikat Kepemudaan
    Hakikat Kepemudaan ditinjau dari 2 asumsi :
  • Penghayatan mengenal proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris,terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai artinya sendiri sendiri.
  • Merupakan tambahan dari asumsi wawasan kehidupan ialah posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri.
2. Pemuda dan Identitas
    Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan “moratorium”, yaitu merupakan masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda yang bersangkutan dalam jangka waktu tertentu mengalami perubahan, dengan sekalian kesalahan yang mereka buat dalam mengalami perubahan itu ( Harsja W. Bachtiar, 1982 : 11 ).Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa permasalahan generasi muda dapat dilihat dari beberapa aspek sosial, yakni :
  1. Sosial Psikologi
  2. Sosial Budaya
  3. Sosial Ekonomi
  4. Sosial Politik
3. Perguruan dan Pendidikan
    Sebagai satu bangsa yang manetapkan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan negara Indonasia, maka pendidikan nasional yang dibutuhkan adalah pendidikan dengan dasar dan tujuan menurut Pancasila. Dalam implementasinya,pendidian tersebut diarahkan menjadi pendidikan pembangunan, satu pendidikan yang akan membina ketahanan hidup bangsa, baik secara fisik maupun secara ideologis dan mental. Melalui pendidikan itu diharapkan bangsa Indonesia akan mampu membebaskan diri dari belenggu kemiskinan dan keterbelakangan, melalui suatu alternatif pembangunan yang lebih baik, serta menghargai kemajuan yang antara lain bercirikan perubahan yang berkesinambungan.
Faktor yang penting dalam pembangunan :
  • Pendidikan Formal
  • Pendidikan Nonformal
  • Pendidikan Informal
  • Lembaga-lembaga Pendidikan di Bawah Departemen dan Nondepartemen
4. Peranan Pemuda Dalam Masyarakat
  • Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.
  • Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Beberapa Asas Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
  1. Asas Edukatip
  2. Asas Persatuan dan Kesatuan Bangsa
  3. Asas Swakarsa
  4. Asas Keselarasan dan Terpadu
  5. Asas Pendayagunaan dan Fungsionalisasi

BAB 5
WARGANEGARA DAN NEGARA
1. Hukum, Negara dan Pemerintah
A. Hukum
Pengertian Hukum menurut beberapa Ahli :
-Utrecht,Batasan-batasan hukum sebagai himpunan peraturan-peraturan ( perintah-perintah atau larangan-larangan ) yang mengurus tata tertib dalam masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu.
-JTC. Simorangkir SH dan Woerjono Sastropranoto SH,Hukum sebagai peraturan-peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungn masyarakat yang dibuat oleh Badanbadan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturanperaturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu.
1. Ciri-ciri Sifat Hukum
a. Adanya perintah atau Larangan
b. Perintah atau larangan tersebut harus dipatuhi setiap orang
2. Sumber-sumber Hukum
a. Undang-undang (Statute )
    Ialah suatu peraturan nevgara yang mempunyai kekuasaan hukum yang mengikat, diadakan dan dipelihara oleh penguasa negara.
b. Kebiasaan (Costum )
    Ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama dan diterima oleh masyarakat.
c. Keputusan-keputusan hakim ( Yurisprudensi )
    Ialah keputusan hakim terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai masalah yang sama.
d. Traktat ( Treaty )
    Ialah perjanjian antara 2 orang atau lebih mengenai sesuatu hal, sehinggaa masing-masing pihak yang bersangkutan terikat dengan isi perjanjian tersebut.
e. Pendapat Sarjana Hukum
    Ialah pendapat para sarjana yang sering dikutip para hakim dalam menyelesaikan suatu masalah.
3. Pembagian Hukum
a. Menurut “sumbernya” :
  • Hukum Undang-undang
  • Hukum Kebiasaan
  • Hukum Traktat
  • Hukum Yurisprudensi
b. Menurut “bentuknya” :
  • Hukum Tertulis
  • Hukum Tak Tertulis

c. Menurut “tempat berlakunya” :
  • Hukum Nasional
  • Hukum Internasional
  • Hukum Asing
  • Hukum Gereja

d. Menurut “waktu berlakunya” :
  • Hukum Positif
  • Hukum Asasi (hukum alam)

e. Menurut “cara mempertahankannya” :
  • Hukum Material
  • Hukum Formal (Hukum Acara)

 f. Menurut “sifatnya” :
  • Hukum yang memaksa
  • Hukum yang mengatur

g. Menurut “wujudnya” :
  • Hukum Objektif
  • Hukum Subjektif

h. Menurut “isinya” :
  • Hukum Privat (Hukum Sipil)
  • Hukum Publik (Hukum Negara)

      Untuk menganalisa lebih jauh apa sebenarnya hukum, makna, peran dan dampaknya dalam proses interaksi dalam masyarakat, perlu dipelajari 10 aspek penganalisa, yaitu :
1. Jangan mengidentifikasikan “hukum” dengan “kebenaran keadilan”.
2. Tidak dengan sendirinya harus adil dan benar.
3. Hukum tetap mengabdikan diri untuk menjamin kegiatan masa sistem dan bentuk pemerintahan.
4. Meskipun mengandung unsur keadilan atau kebaikan, tidak selamanya disambut dengan tangan terbuka.
5. Hukum dapat diidentifikasikan dengan kekuatan atas kekuasaan.
6. Macam-macam hukum terlalu dipukulratakan.
7. Jangan apriori bahwa hukum adat lebih baik dari hukum tertulis.
8. Jangan mencampur-adukkan substansi hukum dengan cara atau proses sampai terbentuk dasar diundangkannya hukum.
9. Jangan mencampur-adukkan “law in activis” dengan “law in books” dari aparat penegak hukum.
10. Jangan menganggap sama aspek terjang penegak hukum dengan hukum.
B. Negara
    Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat.
1. Sifat-sifat Negara
a. Sifat memaksa
b. Sifat monopoli
c. Sifat mencakup semua
2. Bentuk Negara
    Dalam teori modern sekarang ini, bentuk negara yang terpenting adalah : Negara Kesatuan dan Negara Serikat.
a. Negara Kesatuan (Unitarisme)
    Adalah negara yang merdeka dan berdaulat, dimana kekuasaan untuk mengurus seluruh pemerintahan dalam negara itu berada pada Pusat. Ada 2 macam bentuk Negara Kesatuan :
1. Negara Kesatuan dengan sistem sentralisasi.
2. Negara Kesatuan dengan sistem desentralisasi.
b. Negara Serikat
    Adalah negara yang terjadi dari penggabungan beberapa negara yang semula berdiri sendiri sebagai negara yang merdeka, berdaulat ke dalam suatu ikatan kerjasama yang efektif untuk melaksanakan urusan secar bersama.
C. Unsur-unsur Negara
     Suatu negara harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Harus ada wilayahnya
2. Harus ada rakyatnya
3. Harus ada pemerintahnya
4. Harus ada tujuannya
5. Mempunyai kedaulatan
Hubungan antara Hukum dan Negara
   Hukum dapat diberi berbagai arti, tergantung dari siapa atau warga masyarakat mana yang mengartikannya. Dalam menilai hubungan antara hukum dan negara dalam masyarakat ada tiga pendapat, yaitu :
1. Negara lebih tinggi kedudukannya daripada hukum.
2. Negara identik dengan hukum.
3. Negara harus tunduk kepada hukum.
    Warga negara dapat diumpamakan sebagai anggota dari suatu organisasi yang bernama negara. Untuk menentukan kewarganegaraan seseorang ada dua asas, yaitu asas tempat kelahiran dan asas keturunan.Di Indonesia masalah kewarganegaraan ini diatur dalam pasal 26 UUD 1945, Undang-undang No. 62 Tahun 1958 tentang kewarganegaraan RI dan peraturan-peraturan pelaksanaanya. Di dalam suatu negara, maka warga negara memiliki hak-hak dan kewajiban-kewajiban tertentu, baik yang dirumuskan dalam konstitusi (UUD) maupun yang tidak.Kemerdekaan kebangsaan Indonesia disusun dalam suatu UUD Negara Indonesia. UUD 1945 mengikat pemerintah lembaga negara, lembaga masyarakat, WNI, penduduk yang berada di wilayah negara Republik Indonesia. UUD 1945 merupakan sumber hukum dari peraturan perundangan lainnya. Jadi dalam tata tingkatan norma yang berlaku, merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi.

BAB VI
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
1. PELAPISAN SOSIAL
a. Pengertian
    Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat yang heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.
b. Pelapisan sosial ciri tetap kelompok sosial
    Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketetentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebutuhan itu sendiri.
c. Terjadinya pelapisan sosial
    Terjadinya pelapisan sosial ini terjadi antara lain oleh :
- Karena sendirinya
- Karena kesengajaan
d. Pembedaan sistem pelapisan menurut sifatnya
    Menurut sifatnya, maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :
1. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
2. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
3. Bebarapa teori tentang pelapisan sosial
Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti berikut ini :
a. Masyarakat terdiri dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class).
b. Masyarakat yang terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas, kelas menengah (middle class) dan kelas bawah.
c. Sementara itu ada pula sering kita dengar : kelas atas, kelas menengah, kelas menengah bawah (lower middle class) dan kelas bawah.
2. KESAMAAN DERAJAT
    Sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik, artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakat, mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara.
    Kesamaan derajat ini dijamin oleh Undang-undang, yaitu dalam kesamaan derajat yang terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Hak ini yang kemudian dikenal dengan Hak Asasi Manusia.
3. ELITE DAN MASSA
a. Elite
    Dalam pengertian yang umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti yang khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu.
    Dalam hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara garis besar sebagai berikut :
a. Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan)
b. Elite ekonomi, diplomatik dan cendekiawan
c. Elite agama, filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat
d. Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis, seperti : artis, penulis, olahragawan dan sebagainya.
b. Massa
    Istilah massa dipergunakan untuk menunjukan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal mempunyai crowd, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar diberbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberikan dalam pers, atau mereka yang berperan serta dalam suatu migrasi dalam arti luas.
4. PEMBAGIAN PENDAPATAN
a. Komponen Pendapatan
    Pada dasarnya dalam kehidupan ekonomi itu, hanya ada dua kelompok, yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen.
b. Penghitungan Pendapatan
    Apabila diteliti lebih lanjut, masih terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pendapatan, misalnya upah atau sewa tanah, bunga mmodal, laba perusahaan dan lain sebagainya.

 Pendapat saya mengenai ilmu sosial dasar adalah ilmu sosial dasar itu sangat penting bagi setiap manusia,karena di dalam ilmu sosial dasar mempelajari tentang sosial-sosial dan budaya (sejarah) negara Indonesia tercinta ini,maupun setiap diri dari diri manusia,jadi menurut saya ilmu sosial dasar sangatlah penting bagi manusia agar memahami ilmu sosial dan pandangan luas dengan pekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.oleh karena itu sangat bermanfaat bagi bersosial dan moral dari setiap manusia :) .ya ini kan sebagaimana pendapat tentang saya,pendapat setiap manusia itu berbeda-beda jadi apabila ada salah kata tolonglah di maafkan dan dimaklumi karena tiada manusia yang sempurna ;)

Nama : Muhammad David Siregar
Kelas : 1KA07
NPM : 15113862
Referensi : http://paulus060290.files.wordpress.com