TEKNOLOGI YANG TERDAPAT PADA FILM IRONMAN III
Siapa yang tidak tahu Iron Man? yang baru-baru ini heboh dengan peluncuran Iron Man 3, semua teknologinya super duper canggih kan?
Film Iron Man III yang sedang diputar di sejumlah bioskop, tak sekadar film fiksi. Sebab teknologi yang dipakai oleh Tony Stark bisa jadi jelmaan tren saat ini. Ya, mulai dari baju zirah hingga senjata yang digunakan digambarkan lebih maju dari eranya. Sehingga, bukan tidak mungkin menjadi inspirasi untuk diwujudkan. Beberapa orang yang terinspirasi atau tidak dengan sosok Stark, mencoba menciptakan yang mirip dengan apa yang digunakan Iron Man.
Salah satu senjata yang selalu digunakan oleh Iron Man adalah repulsor ray. Semacam sinar laser dipasangkan di tangan di baju zirahnya. Nah, salah satu teknisi laboratorium di Jerman, Patrick Priebe, menciptakan senjata yang mirip repulsor ray dari si miliader playboy tersebut. Bentuknya sederhana dan dipasangkan di tangan. Kekuataan energinya sendiri berasal dari bateri litihium-ion, yang dipasangkan di punggung tangannya. Replusor besutan Priebe ini mampu mengeluarkan sinar laser warna biru. Sedikit berbahaya, karena dalam videonya bila terpapar sinar dalam waktu lama bisa membuat korek terbakar dan balon meledak.
Film Iron Man III yang sedang diputar di sejumlah bioskop, tak sekadar film fiksi. Sebab teknologi yang dipakai oleh Tony Stark bisa jadi jelmaan tren saat ini. Ya, mulai dari baju zirah hingga senjata yang digunakan digambarkan lebih maju dari eranya. Sehingga, bukan tidak mungkin menjadi inspirasi untuk diwujudkan. Beberapa orang yang terinspirasi atau tidak dengan sosok Stark, mencoba menciptakan yang mirip dengan apa yang digunakan Iron Man.
Replusor Ray Glove
Salah satu senjata yang selalu digunakan oleh Iron Man adalah repulsor ray. Semacam sinar laser dipasangkan di tangan di baju zirahnya. Nah, salah satu teknisi laboratorium di Jerman, Patrick Priebe, menciptakan senjata yang mirip repulsor ray dari si miliader playboy tersebut. Bentuknya sederhana dan dipasangkan di tangan. Kekuataan energinya sendiri berasal dari bateri litihium-ion, yang dipasangkan di punggung tangannya. Replusor besutan Priebe ini mampu mengeluarkan sinar laser warna biru. Sedikit berbahaya, karena dalam videonya bila terpapar sinar dalam waktu lama bisa membuat korek terbakar dan balon meledak.
Jet Pack
Dengan baju perisainya itu, Tony Stark mampu terbang ke angkasa. Ini berkat dorongan semacam jet yang berada di tangan dan kakinya. Desain yang membawa seseorang dapat membuat terbang sebetulnya sudah cukup lama ada. Setidaknya dalam catatan di tahun 1919, ilmuwan Rusia Aleksandr Fyodorvich membuat jet pack sederhana. Kemudian tahun 1960, jet pack yang dipamerkan ke publik dilakukan oleh ilmuwan lain yang berasal perusahaan Bell Rocketbelt. Namun karena faktor biaya, proyek ini gagal 'terbang'. Tapi mimpi itu belum mati, setidaknya berusaha kembali diwujudkan oleh perusahaan berbasis di Selandia Baru, Martin Aircraft. Mereka menciptakan armor ala Iron Man yang dapat terbang di udara kurang lebih selama 30 menit. Ingin memilikinya? Siap-siap saja merogoh kocek hingga USD 1 juta.
Armor Perang
DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) AS telah bekerja pada pengembangan semacam baju robot untuk meningkatkan fisik tentara AS selama lebih dari satu dekade. Pada tahun 2010, kontraktor pertahanan Raytheon meluncurkan salah satu hasilnya, yakni The XOS 2 exoskeleton. Meskipun ditujukan terutama untuk digunakan dalam area support logistik, baju memungkinkan pemakai untuk membuat pukulan yang cukup berbahaya. Inbuilt hidrolik menangani membuat pengguna dapat melakukan pekerjaan tiga orang. Seperti mengangkat bahan berat, melewati medan terjal dan lainnya.
Pengendali Barang dengan Pikiran
Di beberapa adegan, Tony Stark memamerkan bagaimanan armornya bisa dikendalikan dengan luwes hanya dengan pikiran dari jarak jauh. Di dunia nyata, itu segera terwujud. Dikembangkan oleh Samsung Emerging Technology Lab dengan Roozbeh Jafari yang merupakan profesor di University of Texas, kolaborasi mereka memungkinkan menggerakkan gadget dengan pikiran. Sebagai langkah awal, Samsung ingin membuat aplikasi yang memungkinkan pengguna terhubung dengan gadgetnya melalui gelombang pikiran. Melalui aplilkasi ini pengguna dapat memutar lagu, mengganti trek, membuka aplikasi, mematikan dan menghidupkan tablet, serta beberapa fungsi lainnya. Percobaan ini pun sukses dilakukan dengan menggunakan perangkat pembaca gelombang pikiran. Bentuknya seperti topi, namun di situ terdapat elektroda EGG yang dipakai untuk menerjemahkan perintah dari pikiran agar bisa dieksekusi di tablet.
Informasi di Depan Mata
Saat menggunakan baju zirahnya, Tony Stark dapat melihat segala informasi di layar dengan tembus pandang. Saat ini teknologi yang mirip sudah ada. Ide itu terwujud di Google Glass, dimana pengguna dapat merasakan sensasi seperti Stark yang bisa mencari apapun di depan matanya langsung. Sederhana saja, karena internet yang terhubung di Google Glass memungkinkan mencari di layar kacamata penggunanya. Membuka Google Maps, mencari di mesin pencarinya, hingga melakukan video call akan terlihat semakin keren. Simak contohnya seperti video berikut.
Jarvis
- Dari sisi direktor (Shane Black) Iron Man 3, saya berfikir dia merupakan seorang yang terobsesi dengan future technology. Memang semua film-film bergenre technology pasti menampilkan sesuatu yang belum ada di jamannya. Kita ambil contoh JARVIS, komputer super canggih pengontrol robot Iron Man sekaligus assisten digital Tony Stark. Selanjutnya teknologi Hologram film Iron Man 3. Teknologi tersebut memang telah dikembangkan saat ini, namun belum menemukan titik realita yang benar-benar terjamah secara penuh.
- Semua high tech dalam Iron Man 3 adalah obsesi sang Direktor film untuk menggugah para penonton bahwa teknologi yang ditampilkan dalam film ini bukanlah angan-angan belaka. Kita lihat saja beberapa tahun lagi apakah teknologi ini akan tampil nyata di hadapan kita?
- Pengecualian untuk robot Iron Man. Robot yang memiliki tenaga super canggih ini. Dapat dikendalikan dengan atau tanpa manusia di dalamnya. Mungkin butuh beberapa dekade untuk menciptakan robot berteknologi mirip Iron Man or Patriot ini. Wait for long long time, Maybe ??? Sungguh sangat “mengerikan” jika di dunia ini ada robot mirip seperti itu. Siapakah nanti manusia yang mampu menciptakannya ?
- Bagi saya, film ini bagai pendongkrak semangat untuk terus berkarya di bidang teknologi informasi. Apa yang membuat semua orang tercengang menonton Iron Man, akan menimbulkan suatu feel tertentu setelah menontonnya. Penonton pun menjadi terobsesi dengan kecanggihan, keglamoran (jangan banyak-banyak), dan kemolekan efek komputerisasi di dalam film Iron Man.
Referensi :



